Konferensi Pers Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Terkait Percepatan Pembangunan Trotoar Dan Peningkatan JPO

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Mempercepat Pembangunan Fasilitas Pejalan Kaki di 31 Ruas Jalan dan Peningkatan Jembatan Penyebrangan Orang di 15 lokasi

Jakarta, 27 Agustus 2019 / Selasa – Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melakukan percepatan pembangunan fasilitas pejalan kaki di 31 ruas jalan protokol, arteri dan penghubung, serta peningkatan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di 15 lokasi dalam rangka mendorong peralihan moda menuju transportasi umum serta meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berjalan kaki.

Pembangunan fasilitas pejalan kaki dan JPO dilaksanakan pada ruas-ruas jalan yang terlayani transportasi umum massal guna meningkatkan aksesibilitas dari dan ke stasiun/halte, serta mewujudkan mobilitas kawasan yang terintegrasi.

Sejumlah 8 lokasi pembangunan fasilitas pejalan kaki dilaksanakan di wilayah yang terlayani MRT dengan rincian sebagai berikut : Jl. Lebak Bulus Raya yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Lebak Bulus, Jl. R.A. Kartini yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Fatmawati, Jl. Fatmawati Raya yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Fatmawati, Cipete, Haji Nawi dan Blok A, Jl. Cipete Raya yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Cipete, Jl. Panglima Polim Raya yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Blok A dan Stasiun MRT Blok M, Jl. Sisingamangaraja yang terintegrasi dengan Stasiun MRT ASEAN, Jl. Sudirman yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Bendungan Hilir dan Stasiun MRT Setiabudi, dan Jl. K.H. Mas mansyur yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Bendungan Hilir.

Pembangunan fasilitas pejalan kaki juga dilaksanakan di wilayah yang terlayani BRT, LRT dan KCI dengan rincian sebagai berikut : Jl. Otista sepanjang 2.5 km, Jl. Latumenten sepanjang 1.8 km, Jl. Yos Sudarso sepanjang 1.8 km, Jl. Salemba Raya dan Cikini Raya sepanjang 4.5 km, Jl. Dr. Satrio dan Kemang Raya sepanjang 3.5 km, Jl. Ir. H. Juanda sepanjang 1.22 km, Jl. Tomang Raya sepanjang 1.85 km, Jl. Dewi Sartika sepanjang 2.2 km, Jl. Matraman Raya sepanjang 2.35 km, Jl. Tubagus Angke sepanjang 3.11 km, Jl. Saharjo sepanjang 1.8 km, Jl. RE Martadinata sepanjang 6 km, Jl. Cideng Barat/Timur sepanjang 2.24 km, Jl. Diponegoro sepanjang 2 km, Jl. Gatot Subroto sepanjang 6.5 km, Jl. M. T. Haryono sepanjang 3.45 km, Jl. Rasuna Said sepanjang 3.56 km, Jl. Kayu Putih Raya sepanjang 2.24 km, Jl. Balap Sepeda sepanjang 0.48 km, Jl. Letjen Soeprapto sepanjang 4.3 km, Jl. Usman Harun sepanjang 0.75 km, Jl. Arif Rahman Hakim sepanjang 1.15 km, dan Jl. Kebon Sirih sepanjang 1.8 km.

Guna melengkapi fasilitas pejalan kaki yang terbangun, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan percepatan pembangunan JPO di 15 lokasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan aksesibilitas dari berbagai sisi jalan ke transportasi umum massal terutama BRT. Rincian lokasi pembangun JPO adalah sebagai berikut : JPO Sugiyono (Masjid Al Abidin), JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village) apabila lahan telah siap, JPO Kyai Caringin (RS Tarakan Busway), JPO Fatmawati (RS Fatmawati), JPO Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat), JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung – IISIP), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru Busway), JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo), JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai), JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma), JPO Saharjo (Menteng Pulo), JPO Jembatan Dua Raya (Arwana IV) dan Skywalk Halte Velbak – Stasiun Kebayoran Lama.

 

Pembangunan fasilitas pejalan kaki berupa trotoar di seluruh lokasi tersebut di atas akan mengikuti ketentuan standar dengan ruang bebas minimal 1.5 meter dan desain yang bervariasi mengikuti karakteristik wilayah/kawasan, serta dilengkapi dengan fasilitas difabel berupa ubin pemandu dan ramp landai sehingga mudah diakses oleh masyarakat berkebutuhan khusus. Pada trotoar yang memiliki ruang tanam akan dilengkapi dengan tumbuhan yang berdaya serap karbon tinggi guna meminimalisasi polusi di wilayah sekitar, sekaligus sebagai penunjang estetika kota. Selain itu, pada trotoar juga dilengkapi dengan halte yang juga didesain dengan menarik seperti Halte ASEAN, Halte Museum Satria Mandala, Halte Pasar Rebo dan Halte Hall of Fame Presiden RI. Selama masa pembangunan fasilitas pejalan kaki dan JPO, Dinas Bina Marga Provinsi DKI berkordinasi dengan Dinas Perhubungan dan perangkat daerah lainnya dalam menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran lalu lintas di wilayah sekitar serta pada lokasi pembangunan juga dilengkapi dengan papan informasi yang berisikan informasi proyek yang sedang dilaksanakan.

Diharapkan, dengan dilakukannya pembangunan fasilitas pejalan kaki baik trotoar maupun JPO pada ruas-ruas jalan yang terintegrasi dengan stasiun MRT,LRT dan KRL serta dengan halte-halte BRT maka akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses transportasi umum dan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum sehingga dapat mengurangi polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.



Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial