Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat Memperlebar Trotoar di Jakarta Barat

WARTA KOTA, KEBON JERUK—Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat melaklukan pelebaran dan membangun trotoar di Jakarta Barat.

Perluasan trotoar di antaranya terlihat disepanjang Jalan Panjang, Kecamatan Kebon Jeruk. Terpantau di lokasi ada material-material pembangunan trotoar.

“Saya kalau ke kawasan Kebon Jeruk, ataupun di Palmerah, Kembangan dan lain-lain, banyak trotoar yang sedang dibangun. Walaupun, saya sebagai pejalan kaki memang rada terganggu, tetapi jujur saja kapan lagi trotoarnya dibuat luas, cerah, serta dipercantik lah. Setidaknya seperti di negara-negara lain. Trotoarnya cakep-cakep,” kata Wahyu (45), pejalan kaki di Jalan Panjang, Rabu (8/8/2018).

Yusuf (29), warga Roa Malaka, Jakarta Barat, mengatakan, trotoar di Jakarta Barat harus ramah bagi penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, kalau ada salah satu anggota keluarganya yang saat ini penyandang disabilitas menyebut trotoar di Jakarta belum sepenuhnya ramah.

“Ada anggota keluarga saya yang penyandang disabilitas. Ia sebut jika masih banyak trotoar-trotoar di Jakarta ini, belum ramah untuk para penyandang disabilitas. Namun, saya melihat di wilayah Jakarta Barat, banyak sekali trotoar yang sedang dipercantik, dan diperlebar. Buat saya ini sangat menguntungkan. Maka seharusnya trotoar memang harus luas,” kata Yusuf.

Riswan Effendi, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Bina Marga Kota Jakarta Barat, mengakui tengah melakukan pembenahan trotoar di beberapa titik di Jakarta Barat sejak lama.

Pembenahan demi membuat pejalan kaki nyaman dan trasenya diperluas menjadi empat meter.

“Nantinya membuat beberapa saluran air tertutup, ada pula bagian-bagian tanah warga yang kemudian itu terkena pembebasan tanah sekitar 1-2 meteran. Maka, sampai saat ini kami masih upayakan perihal pembebasan tanahnya agar trotoarnya luas saat dilintasi. Pembebasan tanah itu tak mudah,” katanya

Menurut Riswan, beberapa tahun lalu Pemprov DKI tak lagi merujuk melalui NJOP, melainkan dari appraisal, yakni nilai tanahnya ditentukan dari kesepakatan kedua pihak, atau sesuaikan harga ke pemilik tanah atau warga.

“Contoh trotoar percontohan di belakang Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Kami ingin agar sejumlah trotoar di Jakarta Barat nyaman dan ramah untuk masyarakat. Soal ada pembenahan ini, sudah dilakukan jauh hari dan memang ini sudah menjadi instruksi Gubernur DKI Jakarta,” kata Riswan.

Menurut data yang dihimpun Warta Kota pada tahun ini ada beberapa trotoar dibangun, yakni di Jalan Puri Ayu dan di Puri Harum yang jadi program unggulannya di Jakarta Barat.

Di lokasi lainnya turut trotoar dibangun untuk jadi destinasi wisata malam dan pusat kuliner, ada di Jalan Panjang mulai dari Pom Bensin Jalan H Kelik sampai dengan jalan layang tol Kebun Jeruk.

“Lalu, ada trotoar di Jalan Pejuangan, baik dari pintu tol Kebun Jeruk hingga mengarah ke areal Kali Pesanggrahan serta menyambung dengan trotoar yang telah dibangun sebelumnya, serta dilakukan juga ditrotoar Jalan Kali Besar Timur 1, Jalan Teh di Kawasan Kota Tua, Jalan Labu Taman Sari, dan di Jalan Kebahagiaan,” kata Riswan.

Riswa mengatakan, ruas Jalan Panjang hanya manfaatkan trase trotoar yang ada. Trase Jalan Panjang saat ini baru 36 meter, dan trase jalan idealnya 47 meter.

Nanti pembangunan trotoar akan manfaatin berman dan saluran. Saluran air dibuat tertutup, tetapi akan dilengkapi dengan vangkom. Tujuan agar pekerjaan kurasan atau pembersihan saluran, jauh lebih mudah.

Sementara untuk atasi genangan air di jalanan, sejumlah trotoar sudah dilengkapi dengan mulut-mulut air dan tali air.

“Air nantinya mengalir ke saluran tepian jalan agar tak menggenangi badan jalan. Kami juga target November atau maksimal diakhir tahun sudah kelar pembangunan trotoarnya,” kata Riswan.

sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2018/08/08/suku-dinas-bina-marga-jakarta-barat-memperlebar-trotoar-di-jakarta-barat.



Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial